Acara
Studium Generale – AI in Research: Do’s, Don’ts, and Ethical Responsibilities

Mulai
19 Oktober 2026
19.00
Pembicara
Ahmad Rieskha Harseno, S.T., M.Ds.
Selesai
19 Oktober 2026
20.30
Lokasi
Detail Acara
Selamat siang, rekan-rekan mahasiswa DKV! đź‘‹
Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual Telkom University Jakarta mengundang mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Studium Generale dengan tema:
🤖 “ AI in Research: Do’s, Don’ts, and Ethical Responsibilities”
Kegiatan ini akan membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian, hal-hal yang perlu dan tidak boleh dilakukan, serta tanggung jawab etis dalam penggunaannya.
📌 Detail Kegiatan:
đź“… Hari/Tanggal: Senin, 19 Oktober 2026
⏰ Waktu: 19.00–20.30 WIB
đź’» Media: Zoom Meeting
🎙️ Narasumber: Ahmad Rieskha Harseno, S.T., M.Ds.
⚠️ Kegiatan ini WAJIB diikuti oleh mahasiswa Angkatan 2023 sebagai bagian dari persiapan Tugas Akhir.
đź”— Link Zoom Meeting:
https://us06web.zoom.us/j/88582395719?pwd=ptAgbXEwi5ejbgsIsMyz3by8RyHF74.1
Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan mengenai penggunaan AI yang tepat, kritis, dan bertanggung jawab dalam proses penelitian dan penyusunan Tugas Akhir.
Mohon seluruh mahasiswa Angkatan 2023 dapat hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan hingga selesai.
Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University Jakarta menggelar kegiatan Studium Generale bertajuk “AI in Research: Do’s, Don’ts, and Ethical Responsibilities” secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 19 Oktober 2026. Acara yang berlangsung pukul 19.00–20.30 WIB ini diisi oleh narasumber Ahmad Rieskha Harseno, S.T., M.Ds., serta diwajibkan bagi mahasiswa Angkatan 2023 sebagai bentuk persiapan menghadapi Tugas Akhir
Dalam pemaparannya, Ahmad Rieskha Harseno menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seharusnya diposisikan sebagai thinking partner atau asisten riset, bukan pengganti peran peneliti. AI sangat efektif digunakan untuk mengorganisasi data, membantu brainstorming, merapikan struktur penulisan, hingga menyusun matriks tinjauan pustaka. Namun, seluruh proses validasi, interpretasi, dan pengambilan keputusan akhir tetap sepenuhnya berada di tangan manusia.
Menyusun Prompt dan Kerangka Kerja yang Tepat
Salah satu kunci utama keberhasilan pemanfaatan AI adalah kemampuan merumuskan instruksi (prompt) secara terstruktur. Mahasiswa disarankan menerapkan formula Context, Role, Task, Constraint, dan Output (CRTCO) agar sistem AI tidak menghasilkan data yang asal atau mengalami halusinasi. Penerapan batasan (constraint) menjadi krusial agar keluaran AI tetap fokus pada konteks riset desain yang sedang diteliti.
Selain itu, dalam riset kualitatif maupun kuantitatif, peneliti diajak untuk menguji kandidat teori melalui analisis SWOT atau perbandingan matriks. Langkah ini penting guna memverifikasi kelemahan serta relevansi teori sebelum diaplikasikan ke dalam rancangan produk riset.

Batasan Etis dan Perlindungan Data
Aspek paling krusial yang ditegaskan sepanjang sesi adalah transparansi dan perlindungan privasi data. Peneliti dilarang keras mengunggah data sensitif seperti hasil wawancara mentah, identitas pribadi, foto wajah anak, hingga rekam medis ke dalam platform AI. Seluruh data wajib disamarkan (anonymized) terlebih dahulu demi menjaga etika penelitian dan hak responden.
Dari sisi etika akademis, tindakan membuat referensi palsu, merekayasa data wawancara menggunakan AI, atau melakukan copy-paste teks secara mentah dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Mahasiswa diimbau untuk selalu mencantumkan sitasi langsung dari jurnal sumbernya, bukan mencantumkan nama platform AI sebagai rujukan ilmiah.

Respons Mahasiswa dan Penutupan
Sesi diskusi berlangsung interaktif saat mahasiswa DKV mengajukan pertanyaan teknis terkait penyusunan Tugas Akhir. Salah satu pertanyaan membahas tentang penggunaan AI dalam merapikan tata bahasa atau menerjemahkan draf. Pembicara menjelaskan bahwa penggunaan AI untuk perbaikan tata bahasa atau translasi bahasa dapat diterima selama gagasan dasarnya murni dari peneliti dan diklarifikasi secara transparan.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama seluruh peserta dan dosen pendamping sebelum presensi akhir dibuka. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 DKV Telkom University Jakarta berharap mahasiswa Angkatan 2023 dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab untuk menghasilkan karya Tugas Akhir yang inovatif serta kredibel.
