Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Telkom Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta untuk dalam sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan identitas visual lembaga. Kegiatan ini diketuai oleh Ibu Apsari Wiba Pamela, S.Ds., M.Ds., dengan anggota tim dosen Ibu Rizka Rachmawati, S.Ds., MBA dan Bapak Reza Ramadani Firman, S.Ds., M.Ds., serta melibatkan mahasiswa DKV yakni Fajar Arrahman, Tsani Adriansyah Ramadhan, dan Sakti Prabu Pringgodani. Kolaborasi ini dilakukan sebagai solusi dari kebutuhan Yayasan Sayap Ibu dalam upaya membangun citra digital yang kuat melalui media video profil.
Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta merupakan lembaga independen yang telah berdiri sejak 30 September 1955 dan tumbuh dari prakarsa tokoh sosial, di antaranya Ny. Sulistina Sutomo dan Ny. J.S. Nasution. Berlokasi di Jalan Barito II No. 55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yayasan ini menjadi rumah dan ruang perlindungan bagi anak-anak dalam kondisi rentan, khususnya balita dan anak usia dini. Sebagian besar dari mereka adalah golongan disabilitas dan membutuhkan perhatian khusus dalam pengasuhan, terapi, serta layanan sosial. Yayasan Sayap Ibu berkomitmen memastikan anak-anak tersebut tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan memiliki akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta kesempatan hidup yang lebih baik.
Sebagai lembaga yang berada di wilayah perkotaan, Yayasan Sayap Ibu tidak hanya berfungsi sebagai panti pengasuhan, tetapi juga sebagai pusat advokasi dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak dan pola asuh yang layak. Layanannya meliputi perawatan harian, terapi bagi anak berkebutuhan khusus, fasilitasi adopsi legal, konseling, hingga pembinaan bagi calon orang tua angkat. Dengan jumlah anggota yayasan lebih dari 100 orang (terdiri atas pengurus, pengasuh, dan anak asuh) lembaga ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya memperjuangkan hak-hak anak.
Tantangan Identitas dan Komunikasi Visual di Era Digital
Meski memiliki rekam jejak panjang serta kontribusi sosial yang cukup baik dan konsisten bertahan hingga kini, Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta masih menghadapi kendala dalam memperkuat identitas lembaga di tengah era informasi digital. Selama ini, profil dan aktivitas yayasan lebih banyak diperkenalkan melalui brosur, penyebaran informasi dari mulut ke mulut, serta media sosial dan situs web yang kontennya belum dikelola secara optimal dan konsisten. Belum adanya media representasi visual yang kuat dan profesional, terutama dalam bentuk video profil lembaga, membuat masyarakat yang terdiri dari calon donatur, relawan, maupun stakeholder lain belum sepenuhnya memahami kiprah, visi, misi, dan dampak nyata yang dihasilkan yayasan.
Padahal, video profil merupakan media yang efektif menyajikan informasi secara ringkas, jelas, emosional, dan mudah diingat, sekaligus menjadi sarana membangun empati dan kepercayaan. Di sisi lain, yayasan memiliki keterbatasan sumber daya manusia dengan keahlian khusus di bidang desain komunikasi visual dan produksi video. Dengan tidak adanya media audio-visual yang representatif, banyak peluang dukungan finansial, moral, dan kolaboratif berpotensi terlewat.
Solusi Permasalahan Mitra Yayasan Sayap Ibu
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka Universitas Telkom Jakarta melalui Program Studi DKV hadir menawarkan solusi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta dipandang sebagai mitra strategis karena menaungi komunitas yang unik: anak-anak binaan, para pengasuh, pengurus yayasan, relawan, calon orang tua asuh, donatur, dan jejaring komunitas sosial. Kerjasama ini tidak hanya berorientasi pada produksi sebuah video, tetapi juga pada upaya pemberdayaan untuk memperkuat kapasitas internal yayasan dalam mengelola komunikasi visualnya sendiri.


Diskusi Konten Video Profil antara Tim DKV Universitas Telkom Jakarta dan Yayasan Sayap Ibu
Tim DKV Universitas Telkom Jakarta merancang program pengabdian masyarakat ini secara sistematik dan kolaboratif, meliputi: analisis kebutuhan yayasan, perumusan konsep kreatif, proses produksi dan pascaproduksi video, hingga diskusi interaktif dan pendampingan staf yayasan dalam strategi publikasi dan evaluasi dampak. Koordinasi kegiatan dilakukan bersama pengurus Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta di bawah arahan Ibu Tjondrowati Subiyanto. Sejak tahap awal, pihak yayasan terlibat aktif menyampaikan informasi mengenai sejarah, visi-misi, serta program utama yang kemudian menjadi fondasi penyusunan narasi dalam video profil.
Storytelling dan Penguatan Identitas Visual Yayasan
Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan storytelling dan penguatan identitas visual lembaga. Tim dosen dan mahasiswa DKV menyusun alur cerita yang menonjolkan nilai-nilai inti Yayasan Sayap Ibu: kepedulian, kasih sayang, dan profesionalitas dalam pengasuhan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Unsur identitas visual lembaga (seperti logo, warna, dan tagline) diintegrasikan ke dalam konsep sehingga video tidak hanya informatif, tetapi juga konsisten secara branding.
Proses produksi mencakup dokumentasi visual terhadap aktivitas yayasan, mulai dari suasana fasilitas, interaksi antara pengasuh dan anak, hingga program-program unggulan yang menjadi karakter khas lembaga. Berbagai teknik sinematografi dan audio-visual digunakan untuk menghasilkan gambar, suara, dan suasana yang representatif. Pada tahap pascaproduksi, tim menyusun narasi, menambahkan ilustrasi grafis, musik, dan voice over yang selaras dengan karakter target audiens, sehingga pesan yang disampaikan terasa hangat, menyentuh, dan mudah dipahami.
Dampak Jangka Panjang: Memperluas Networking dan Membangun Kepedulian Masyarakat
Kehadiran video profil lembaga yang profesional diharapkan mampu meningkatkan visibilitas Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta membangun citra digital yang kredibel di mata publik. Konten yang kuat secara visual dan emosional diharapkan dapat memperluas jejaring donatur, relawan, dan mitra kerja, serta mendukung strategi pemasaran digital lembaga dalam jangka panjang. Selain itu, kolaborasi ini menjadi contoh konkret bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam memperkuat lembaga sosial melalui keilmuan desain komunikasi visual dan teknologi digital.
Pada akhirnya, penguatan identitas Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta melalui media video profil bukan hanya berdampak pada eksistensi lembaga, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepedulian terhadap anak-anak rentan. Kolaborasi antara Universitas Telkom Jakarta dan Yayasan Sayap Ibu menjadi langkah nyata untuk memastikan pesan tentang perlindungan anak, kasih sayang, dan keberlanjutan lembaga sosial dapat tersampaikan secara lebih luas, kuat, dan menyentuh hati.


Cuplikasin hasil video profil YSI Jakarta
